Senin, 10 Desember 2012

ceritaku


By: Noerma Addin
First Date

 “Iya mas iya….” May mengangguk keras meski orang di seberang sana nggak bisa melihatnya. Senyuman secer nggak bisa melihatnya. Senyuman secerah pagi hari minggu itu tercetak jelas di wajahnya.
“Okay. Kalau gitu besok aku jemput jam setengah 8 ya di rumah kamu?" Kata suara di seberang sana.
“Ya. Ya. Okay dueh. Aku tunggu.”
“ see you…….”
“ See you……” senyum di wajah Maya tambah sumringah. Hp hitamnya masih dia pegang erat.
Hmmmm,,,, Hari minggu besok bukan hari biasa buat Maya. Ada sesuatu yang istimewa. Apalagi kalau bukan first date sama Iwan. Gebetannya yang baru jadian satu hari sebelumnya. Dan cewek berusia 17 tahun itu bertekad, kencan pertamanya ini akan jadi kencan pertama yang sukses dan mengesankan.
-----------II---------
Di sekolahnya, Maya nggak bisa menyembunyikan rasa happynya sama Rara, sahabatnya.
“ May… besok kita jala-jalan yuk, ku nggak pergi kemana-mana tuch.”ajak Rara waktu makan gado-gado di kantin sekolah.
“ Nggak ah….” Jawab maya cuek.
Rara melihat sahabatnya dengan heran. Aneh,biasanya Maya paling nggak nolak kalau diajakin jalan-jalan.
“ kamu mau pergi? Tanya Rara masih heran.
Maya hanya mengangguk
“ Sama Aries?”
Maya menggeleng
Rara makin penasaran.” Sama basri?’ tanyanya lagi
Maya tetap menggeleng
“ terus, sama siapa? Tanya Rara penasaran.
” Ada dueh.” Jawab Maya sok rahasia
“aaaaaah… norak lu.” Rara sewot
“ Ha. Ha. Ha….”Maya senang deh kalau sahabatnya yangs atu ini udah ngambek, pipi chubby-nya makin bulat. Tapi Maya nggak bisa lama-lama nyimpan rahasia dai Rara.
“ Sama mas Iwan…..”
“ haaaaaah,,,,,,,,?????” Rara hampir keselek gado-gadonya. Untung dia buru-buru minum.
“ Aduuuuuh.. hati-hati donk makannya”Maya mengelus-elus punggung Rara.
“ Abis kamu bercanda aja”
“ Aku nggak bercanda kok…..” jawab Maya tenang.
Rara menatap sahabatnya lagi. Maya tetap aja diem.
“Jadi bener nich, kamu dah jadian  mas Iwan” tanya Rara masih nggak percaya.
“ Ya iya laaaaahhh, ngapain juga aku bohong, dosa tau.”
“ehemm….. ehemmm….” Rara berdehem sebentar ” Kamu mau jalan ma mas Iwan yang kita kenal di warnet depan sekolah itu kah? Kakak tingkat kita 3tahun yang lalu yang sekarang lagi kuliah di ITN yang cool banget itu?” tanya Rara nggak percaya.
“ Iya. Bawel banget sih kamu. Memang siapa lagi yang namanya Iwan dalam hidup aku?”
“ Ya,,, Siapa tahu ada abang-abang yang kamu taksir namanya Iwan juga.”
“ Eh... Tapi aku bingung nich… aku mau pake baju apa ya?  Aku kan selama ini tomboy, nggak punya baju, nich.” Maya terlihat cemas.
“ Lha yang lagi kamu pake itu apa? Karung?????” jawab Rara
“ Bukan gitu…. Aku kan sekali-kali juga pengen tampil cantik dan girly.”
“ Kamu itu udah cantik kok.”jawab Rara tulus
“ Bantuin aku ya…. Bantuin aku nyari baju , dandan, apaan gitu.””pinta Maya
“ He. He. He…. Aku mau bantuin kok, nemenin kamu kencan ma mas Iwan,,,,,” goda Rara jahil
“ Yeeeeeeeeeeee,,,,,,,,,,,,,,,,,, Rese lu. Itu mah aku bisa sendiri.” Jawab Maya males.
“ Hmmmmmmmmmmm…………. Yang penting tu saat first date tuch kamu jadi diri sendiri biar kamu merasa nyaman. Kalau kamu udah nggak nyaman, bias gagal semuanya.” Terang Rara
“ Iya sich…Tapi aku kan juga pengen tampil beda.”
“ Ya udah kalau gitu, pulang sekolah kita ke Mode aja. Mungkin ada baju lucu yang nggak terlalu mahal yang cocok sama kamu.”
“ Asyiiiiikkk… Asyiiiiikk… mau.. mau dech,, mau aku….” Maya seneng
“ Tapi kamu harus janji yia…..” Rara sedikit serius
“ Apa….????.....” Tanya Maya heran.
“ Traktir aku karena kamu udah jadian ma mas Iwan hehehehe….” Rara senyum.
“ Dasar…… sahabat matre ya kamu ini..” Maya bercanda
Akhirnya mereka berdua pergi ke Mode dan menemukan banyak barang lucu yang cewek banget.

---------II-------
Minggu pagi di rumah Maya…
“ Ehemmm… ehemmmm…. Yang lagi jatuh cinta, mukanya sumringah amat. Senyum-senyum terus.” Muka Zayyin, kakak sepupu Maya nongol di pintu kamar Maya pagi itu.
“ Ah,,, apaan sich kak….” Senyum Maya sekarang ditambah dengan rona malu-malu.
“ Jadi nich First date sama Iwan?.” Goda Zayyin.
“ Jadi donk kak, nanti malam dia mau jemput aku jam setengah delapan.”
“ Ciee,,,, Cie,,,,” Godaan Zayyin bertambah seru. ” Eh… nich kamu mau ngapain?... Mau siap-siap dari sekarang?” Zayyin heran sambil memperhatikan adik sepupunya.
“ Oh iya kak.. nich aku dah beli ini nich kak..” Maya memperlihatkan hasil belanjanya. “Ada lulur, hair spa, sabun mandi wangi melati, minyak aroma terapi….” Maya menerangkan dengan jelas.
Zayyin hanya bengong melihat adiknya yang tomboy itu sekarang berubah.
“ Terus nich kak,,, aku beli rok overal, bagus kan?....” Maya memperlihatkan rok Ungu tua dengan aksen bunga-bunga kecil.. “ Kaaaakkkk…………?” Maya melihat kakaknya yang memandangnya dengan bengong.
“ Kok kamu tiba-tiba jadi centil gini sich,,, jadi penasaran gimana sich temen kakak Iwan itu sampai bisa mengubah seorang Maya jadi kayak gini….” Senyum Zayyin ngebuat Maya malu-malu.
“ Ah kakak… Aku belinya juga bareng Rara kok… Dia yang pilih semua barangnya.” Jelas Maya malu-malu. Mukanya yang manis jadi makin merona.
“ Percaya dech percaya…….”
“ Udah ah.. aku mau mandi dulu kak.” Maya menyambar handuknya dan membawa Alat-alat perangnya ke kamar mandi.
Ada lulur mandi coklat yang kata Rara harus dipake waktu badan masih kering. Terus ada satu set facial wash dan sabun mandi wangi melati, harus dipake untuk bilas lulurnya.
Nggak ketinggalan ada seperangkat produk perawatan buat rambut. Shampoo dan conditioner dan hair spa. Semuanya harus dibilas dengan bersih biar rambut jadi wangi, lembut dan mudah diatur.
Kata Rara kalau bisa berendam di air hangat yang sudah dicampur dengan olive oil sebentar biar otot-otot di badan jadi lemas dan nggak tegang.
Semua sesuai Guide dari Rara. Tadinya Maya menolak Ritual itu. Selain ribet juga memakan waktu yang cukup lama. Tapi karena Maya pengen tampil beda, dan pengen coba rasanya mandi ala cewek , akhirnya Maya mau juga deh ngelakuin semuanya. Demi First date yang harus sukses.

----------II--------

Malam itu, jam sudah menunjukkan kurang 5 menit ke angka delapan, tapi nggak ada tanda-tanda kehidupan dari kamar Maya. Iwan yang sudah datang setengah jam yang lalu mulai gelisah. Dia terus melihat jam yang melingkar di tangan kirinya. Mau nanya ke orang, tapi kok rumahnya kelihatan kosong ya, mau ngintip-ngintip ke kamar Maya nggak berani. Nanti dikira maling lagi.
“ Lho Wan,,,, belum berangkat juga?” Zayyin heran melihat temannya masih duduk manis di ruang tamu.
“ iya Zay… Maya belum selesai siap-siap katanya.” Jawab Iwan dengan sedikit lega karena paling nggak Zayyin bisa ngebantu cari tahu kenapa Maya kok belum keluar juga.
” Belu siap? Ngapain aja sih?” Zayyin melihat jam dan berkerut heran. “ Masak dari pagi sudah siap-siap sekarang belum rapi juga?” Pikir Zayyin dalam hatinya.
“ Sebentar ya Wan, kulihat dulu ke kamarnya…”
“ Ya Zay… Makasih..”
-------------II-----------

“ May,,, kamu ngapain? Kok belum siap juga? Udah kok, kamu dah cantik.” Canda Zayyin sambil mengetuk kamar Maya.
“ Masuk aja kak….” Suara lemah Maya bikin Zayyin bingung.
Dia masuk kamar dan kaget mendapati Maya yang bergelung di tempat tidur dengan bed cover sampai menutupi kepala.
“ May,,, Iwan dah menunggu di luar dari  tadi.” Zayyin meraba dahi Maya yang ternyata agak panas. “ Kamu berantem sama Iwan?” kali ini ada gelengan sebagai jawabannya. “ Trus kenapa? Inikan kencan pertama kamu? Harusnya kan kamu semangat, udah mandi sampai super bersih lagi.” Zayyin tersenyum menggoda lagi.
“ Itu dia kak, aku kayaknya madi kelamaan deh.”
“ Maksud kamu?” Tanya Zayyin nggak ngerti.
Tapi bukan jawabana  yang didapat Zayyin. Maya malah bangun secepat kilat dari balik bed cover-nya dan lari ke kamar mandi. Lalu suara air disiram beberapa kali, keluar dari kamar mandi, Maya terlihat makin kemas dan naik ke tempat tidurnya.
Zayyin terlihat makin cemas.
“ Aku pusing kak, kembung juga, perutku ma badanku nggak enak rasanya, trus dari tadi buang-buang air terus, kayaknya aku,,,, masuk angin dueh.” Kata Maya pelan.
Zayyin diam sebentar, berusaha mencerna kata-kata adiknya. Dan…………” ha,,,,ha,,,ha,,,” Zayyin tertawa kecil
“ Kok kakak malah ketawa sich?” tanya Maya sewot.
“ Ha…ha….ha… sorry.. sorry, kakak Cuma ngrasa lucu adjah, kamu tuh mau kencan pertama adjah ampe mandi berjam-jam. Pake luluran plus berendam aroma terapi segala lagi, kamar mandi sampe wangi banget.” Kata Zayyin nyerocos sambil ketawa.
“ Ya, terus aku malu nich mau ngomong ke kak Iwan.”
“ Oh, ya udah, sini kakak bantuin ngomong dueh, tapi kamunya nongol dulu, ya.” Jawab Zayyin meyakinkan.
Setelah Maya mengangguk, akhirnya dia ngomong juga ke Iwan. “ Mas, kayaknya kita nggak jadi pergi dech hari ini???” ucap Maya malu-malu
“ Lho kenapa May????? Iwan terlihat bingung.
“ Bukan, bukan itu…..” Maya menggeleng kuat.
“ Terus,,,,, Kamu sakit????” Tebak Iwan.
“ Ehmmmm… aku….” Maya tertunduk makin dalam.
Dia malu ngaku ke Iwan kalau masuk angin gara-gara kelamaan mandi.
“ Dia masuk angin Wan, gara-gara kelamaan mandi. Ya gitu dech kalau cewek mau First date.” Zayyin menjelaskan dengan geli.
Iwan terlihat bingung. Dia memandang Maya dan Zayyin bergantian. Berusaha mencerna apa yang baru saja didengarnya. Terus….. Iwan Cuma tersenyum mengerti.

----------------II--------------

10 menit kemudian,
“ May…………..”
            “ Ya?” Sekarang, Iwan dan Maya lagi nonton DVD berdua di sofa ruang tengah. Lengkap dengan selimut yang menutupi Maya.
            “ Thanks yia……”
“ Buat apa???” Maya mengalihkan pandangannya dari Tvnya itu.
            “ Kamu rela mandi, siapin diri lama-lama buat aku. Sampai masuk angin segala.” Kata Iwan geli.
            “ Yeeeeeeeeee…………… Dasar Ge-Er..” Maya sewot walaupun dalam hatinya dia tersenyum bahagia.
            “ Tapi lain kali, kalau kita mau jalan lagi, nggak usah mandi lama-lama ya,,,,”
            “ Aah kamu… apaan sich…! Rese..! ha ha ha………”
 Ya akhirnya First Date Maya cukup bikin dia happy…….. masuk dijalani dengan masuk angin.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates